Panas Ekstrem: Pengganda Risiko Utama yang Mengancam Ketahanan Pangan Dunia

Apr 27, 2026

Jakarta, Kowantaranews.com – Dunia kini menghadapi ancaman eksistensial terhadap sistem pangannya. Laporan terbaru berjudul Extreme Heat and Agriculture yang diterbitkan bersama oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) serta Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) pada 22 April 2026, memperingatkan bahwa panas ekstrem kini menjadi “pengganda risiko” (risk multiplier) utama yang menekan seluruh rantai pasok agripangan global. Laju pemanasan global yang tidak terkendali telah membawa Bumi ke wilayah yang belum terpetakan. Data WMO dalam laporan State of the Global Climate 2025 mengonfirmasi bahwa suhu rata-rata permukaan global tahun lalu mencapai $1,43 \pm 0,13^\circ\text{C}$ di atas tingkat pra-industri. Meskipun terjadi transisi menuju fase pendinginan La Niña, panas yang terjebak di atmosfer dan laut tetap berada pada rekor tertinggi akibat konsentrasi gas rumah kaca, dengan karbon dioksida ($CO_2$) mencapai rekor $423,9 \pm 0,2 \text{ ppm}$.