Stok Beras Melimpah, Bulog Justru Terganjal Kelangkaan Kemasan Plastik

Apr 27, 2026

Jakarta, Kowantaranews.com – Di tengah kepastian mengenai ketahanan pangan nasional yang diklaim dalam kondisi aman, sebuah ironi muncul di permukaan. Perum Bulog secara mengejutkan melaporkan adanya hambatan serius dalam distribusi beras ke masyarakat. Kendalanya bukan berasal dari menipisnya cadangan gabah di lumbung, melainkan perkara teknis yang sering luput dari perhatian publik: kelangkaan plastik kemasan. Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri pada Senin (20/4/2026), terungkap bahwa distribusi beras untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan sedang berada dalam posisi terjepit. Padahal, secara data, Bulog memegang kendali atas stok beras yang sangat melimpah, yakni mencapai 4,8 juta ton per 20 April 2026. Angka ini secara teoritis lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional dan melakukan intervensi pasar guna menekan harga. Namun, ketersediaan fisik beras tersebut tidak serta merta bisa sampai ke tangan konsumen dalam kemasan yang sesuai standar. Kepala Divisi Perencanaan Operasi dan Analisis Harga Perum Bulog, Wawan Hidayanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah dua kali menggelar lelang terbuka untuk pengadaan plastik kemasan. Hasilnya di luar dugaan; kedua lelang tersebut dinyatakan gagal total. Tidak ada satupun produsen plastik kemasan yang mengajukan penawaran, sebuah sinyal kuat bahwa industri manufaktur kemasan dalam negeri sedang mengalami kelumpuhan pasokan.